Barack Obama akhirnya terpilih sebagai Presiden AS ke 44. Meskipun nama tengahnya menggunakan ” Hussein” namun Obama sudah siap-siap untuk memusuhi umat islam. Seperti Apa janji Kampanye Obama yang akan di terapkan setelah dilantik ?…..Temukan jawabannya disini.

Barack Obama dipastikan akan memenangkan pemilu presiden AS, karena sudah berhasil mengumpulkan dukungan suara lebih dari 270 suara. Itu artinya sudah melewati batas persyaratan perolehan suara untuk dinyatakan menang dalam pemilu.

Seperti diprediksikan media AS, Obama memenangkan suara tambahan di negara bagian New Mexico dan Iowa dan diproyeksikan juga akan memenangkan suara di negara bagian Washington, Oregon, California dan Ohio. Dalam pemilu tahun 2004, Ohio adalah basis kemenangan Partai Republik yang kala itu mengusung George W. Bush.

Namun Benarkan Bergantinya Presien AS Ke-44 ini akan memberikan dampak Positif bagi Umat Islam ? Jawabannya, Tidak.

Dalam Pemilihan presiden AS sudah menjadi rahasia umum bahwa mereka harus mendapatkan “Restu” Yahudi. Karena kebijakan As tak lepas dari pesanan yahudi.

Berikut Bukti Dukungan Obama terhadap Yahudi dan sentimennya terhadap islam ;

1. Mendukung Israel dan siap menolak Resolusi melalui PBB

Kandidat presiden AS Barack Obama makin menunjukkan keberpihakannya pada negara ilegal, Israel. Juru bicara Obama pada harian bisnis Israel , Globes mengatakan, bahwa Obama berkomitmen untuk meningkatkan bantuan pada Zionis Israel jika ia terpilih sebagai presiden AS dalam pemilu yang akan digelar bulan November mendatang.

“Obama akan menghormati kesepakatan-kesepakatan yang sudah dilakukan terkait dengan bantuan dana bagi Israel dan akan mengusahakan agar bantuan itu ditingkatkan sampai 30 milyar dollar dalam jangka waktu 10 tahun,” kata jubir Obama.

Bantuan yang diberikan AS pada Israel kebanyakan diberikan untuk memperkuat militer rezim Zionis itu dan Israel adalah negara yang paling banyak menerima bantuan dari AS untuk kebutuhan militernya, dibandingkan negara-negara lain yang juga menerima bantuan dari negeri Paman Sam.

Sejak 1987, AS menyediakan dana bantuan sebesar 1,8 milyar dollar setiap tahunnya untuk militer Zionis Israel. Jumlah bantuan ditingkatkan menjadi 2,4 milyar dollar per tahun menyusul penandatanganan kesepakatan antara AS dan Israel pada Januari 2001, menjelang akhir masa jabatan presiden Clinton. Tahun 2007, pemerintah AS dibawah Presiden George W. Bush kembali menambah bantuan dana untuk keperluan militer Israel sebesar lebih dari 25 persen. Teroris

Bahkan Obama megatakan, jika terpilih sebagai presiden, ia akan sekuat tenaga membantu Israel dari ancaman apapun dan akan menolak semua resolusi anti-Israel di PBB.

2. Membantah Pernah Menjadi Muslim.

Sedemikian ‘alergi’nya Barack Obama pada Islam, sehingga harus membuat situs khusus untuk membantah rumor yang mengatakan bahwa dirinya pernah jadi seorang Muslim.

Situs yang beralamat www.fightthesmears.com juga menjawab berbagai keraguan yang dilontarkan banyak orang terhadap patriotisme Obama termasuk pandangan-pandangan isteri Obama tentang ras. Rumor dan keraguan-keraguan itu sudah berlangsung selama setahun dan masih ramai di dunia maya, termasuk dalam selebaran-selebaran milik kelompok konservatif.

Salah satu isu yang dijawab dalam situs tersebut adalah isu yang mengatakan bahwa Obama adalah seorang Muslim. “Senator Obama tidak pernah menjadi seorang Muslim, dan tidak pernah dibesarkan sebagai seorang Muslim. Ia adalah seorang penganut Kristen yang taat, ” tulis situs tersebut.

Untuk meyakinkan, situs itu juga menampilkan foto Obama memegang alkitab saat disumpah menjadi anggota senat. Foto itu untuk membantah rumor yang mengatakan bahwa Obama disumpah dengan al-Quran.

Tim sukses Obama dalam pemilihan Presiden AS kembali menegaskan bahwa Barack Obama bukan seorang Muslim, tapi seorang beragama Kristen.

Ini dikatakan setelah muncul foto Obama mengenakan pakaian tradisional Somalia dan publik menyebutnya sebagai seorang beragama Islam.

3. Tidak Mengakui Palestina dan Tolak Berunding dengan Hamas
Dalam kunjungannya ke wilayah pendudukan Israel di Palestina, kandidat presiden AS Barack Obama menyatakan mendukung Israel untuk tidak bernegosiasi dengan Hamas. Obama juga menuding bahwa perpecahan antara Hamas dan Fatah di Palestina berdampak pada situasi keamanan di Israel, sehingga sulit menciptakan perdamaian di kawasan itu.

Berbicara di depan warga kota Sderot, Obama kembali menegaskan bahwa Israel berhak mempertahankan dirinya dan Yerusalem akan menjadi ibukota Israel. Pernyataan yang pernah dilontarkan Obama bulan Juni lalu dan memicu kemarahan dunia Arab, karena Yerusalem diharapkan akan menjadi ibukota Palestina, jika negara Palestina terbentuk.

Obama juga memuji Presiden Israel Shimon Peres yang disebutnya telah membawa “mukjizat” selama 60 tahun berdirinya Israel. “Kami menyampaikan rasa terima kasih tak terhingga, bukan hanya rakyat Amerika tapi juga masyarakat dunia atas pengabdian Anda pada negara, ” kata Obama memuji Peres.

Selain bertemu dengan para pejabat pemerintahan rezim Zionis, Obama juga bertemu dengan Presiden Palestina Mahmud Abbas di Ramallah. Berbeda dengan sikapnya terhadap Israel, Obama terkesan tidak berminat dengan persoalan Palestina. Ia mengatakan bahwa proses perdamaian suram karena perpecahan politik di antara Fatah pimpinan Abbas dan Hamas dan perpecahan itu berpengaruh pada situasi di Israel. (dakta)