Dusta jika orang mengatakan bunuh diri merupakan tanda kelemahan dan ketakutan jiwa
orang yang lemah dan takut adalah mereka yang memilih segala kepedihan dan penderitaan ini, semata mata hanya untuk melarikan diri dari maut
meskipun harus mnenderita dan jiwanya merana
mereka bahkan masih mengharap, semua penderitaan itu akan pergi dan tak kembali lagi

betapa bodohnya seorang lelaki yang rela menanggung segala kepedihan hanya untuk bertahan hidup.
ia lebih suka merasakan kepedihan yang lebih berat dibanding seratus kali kematian daripada merasakan kematian yang sesungguhnya, yang dapat membebaskannya dari derita kematian yang berulang ulang ini

aku tak mengerti kenapa seorang lelaki yang bosan pada pakaiannya boleh meninggalkannya
orang yang tak betah dirumah dapat meninggalkannya
orang yang jenuh pada teman dapat menjauhinya
tetapi mengapa orang bosan hidup tak boleh minggalkannya? dan tidak berpikir untuk membebaskan diri dari siksaannya?
padahal kehidupan telah membawanya kelubang kesengsaraan dan penuh siksa