QUOTE

Orang-orang yang mengenal mengapa dia harus berhasil,

akan lebih tahan terhadap gangguan-gangguan ketidakpastian

didalam proses bekerja, didalam proses hidup

Orang-orang yang mengerti alasan mengapa dia harus bekerja keras,

akan tahan terhadap sulitnya bekerja keras

Orang-orang yang tahu mengapa,

akan lebih mudah menangani pertanyaan bagaimana caranya

Orang-orang yang tidak tahu mengapa,

akan berhenti waktu tidak tahu caranya

Itu sebabnya upayakan selalu tahu,

mengapa Anda harus bekerja keras,

mengapa Anda harus mencapai keberhasilan.

TENTUKAN ARAHmu

Dia yang mengejar dua kelinci akan kehilangan dua kelinci itu sebabnya dalam berkarir, dalam bekerja, dalam mengejar suatu tujuan dalam hidup selalu menempelah seperti perangko Mulai dikirimkan sampai sampai ke tempat tujuan perangko itu tetap menempel Banyak pribadi menjadi perangko tanpa lem sehingga saat dikirimkan sudah lepas dalam perjalanan, sudah meragukan tujuan-tujuannya sendiri, meragukan cara-caranya, dan yang paling parah meragukan haknya untuk berhasil Jadi, fokuslah pada satu hal, ikuti dengan sungguh-sungguh menempellah seperti perangko kepada surat yang menempel dari perjalanan berangkat sampai ditempat tujuan Karena satu orang yang mengejar dua kelinci akan kehilangan dua-duanya

KEEP THE SPIRIT HIGH

Gagal melakukan hal-hal besar itu tetap lebih terhormat

daripada berhasil melakukan hal-hal kecil

Orang-orang yang gagal melakukan hal-hal yang besar dalam hidupnya

Selalu mempunyai kesempatan dua yang baik sekali

satu untuk betul-betul berhasil

atau kedua gagal dengan sangat terhormat

Janganlah kita menjadi pribadi yang gagal pada urusan-urusan yang kecil

lalu mengeluh bahwa hidup ini tidak fair

Ambillah tantangan yang lebih besar,

gigitlah lebih besar dari kemampuan mengunyah

Sehingga gagalpun kita tetap dihormati.


BERANIKANLAH UNTUK MEMPERBARUI DIRI

BERANIKANLAH UNTUK MEMPERBARUI DIRI

Beranikanlah untuk memperbarui diri,

karena tidak mungkin sebuah pribadi yang lama

berhak bagi sesuatu yang baru.

Mulai hari ini, marilah kita bersungguh-sungguh untuk mengganti setiap dan semua cara kita yang tidak sesuai lagi bagi kebesaran yang kita inginkan bagi diri kita sendiri.

Bila banyak dari yang Anda inginkan belum mengambil bentuk nyatanya yang menjadikan kehidupan Anda lebih utuh, dan bila banyak dari keinginan Anda hanya menjadi penyemangat bagi Anda untuk merajut lebih banyak keinginan baru, maka Anda harus tulus menerima bahwa ada yang harus diperbarui.

Sadarilah bahwa,

Tidak semua keinginan untuk menjadi,

disertai dengan upaya membangun kepantasan untuk menjadi.

Maka pertanyaannya kepada Anda,

Apakah yang sedang Anda kerjakan hari ini adalah upaya bernilai yang akan menjadikan Anda pantas menerima yang Anda minta?

Ataukah Anda sedang bekerja untuk menunggu waktu pulang?

Jangan heran, karena ada di antara kita yang ketidak-sabarannya bukanlah terhadap lambatnya reaksi pasar atau kekurang-sigapan organisasinya, tetapi terutama terhadap lambatnya kedatangan akhir minggu ini.

Sebagian dari kita sedang tidak sabar untuk membangun hasil-hasil super dalam pekerjaan kita, dan sebagian lagi sedang tidak sabar untuk menghidari pekerjaan.

Mereka berbeda, tetapi mereka memiliki kesamaan yang akut; yaitu keduanya menginginkan keberhasilan melalui pekerjaan mereka. Yang satu menginginkan keberhasilan melalui yang dikerjakannya, dan yang satu ini menginginkan keberhasilan dari pekerjaan yang kalau bisa dihindarinya.

Ada beberapa dada yang menjadi sesak karena membaca ini.

Tetapi berbahagialah, karena itu tanda bahwa Anda mengenali keharusan untuk memperbaruhi diri.

Pribadi yang baru berhak bagi yang baru.

Segera setelah mengerti,

berlakulah seperti yang Anda mengerti.

Karena,

bila yang Anda lakukan tidak berhubungan dengan pengertian baik,

untuk apakah yang Anda lakukan itu?

Konsekuensi Sebuah Pilihan

Pilihan

Hidup adalah pilihan. Banyak hal di hidup dan kehidupan kita yang menuntut sebuah pilihan. Kita harus dapat menentukan di antara dua, tiga dan bahkan sekian banyak pilihan. Sekolah, pekerjaan, pendamping hidup, kesemuanya merupakan contoh dimana kita berhak memilih, walaupun semuanya masih dalam ruang kekuasaan-Nya. Dan setelah kita memilih, pastilah ada konsekuensi maupuan akibat yang kita peroleh. Kita harus ikhlas menerimanya, kita harus dapat menjalaninya, karena itu memang pilihan kita.

Orang yang bijaksana

Sudahkah Qta menjadi orang yang bijaksana???? Dari berbagai sumber diketahui bahwa:

  • Orang yang bijaksana mempunyai tindakan yang berhati-hati, dapat menyesuaikan diri pada setiap kedaan, dan berpikiran luas. (Tidak berbuat sesuka hati)
  • Orang bijaksana berfikir dua kali sebelum berbicara sekali. (Tidak asal bicara)
  • Orang yang bijaksana adalah orang yang mengatahui sejauh mana dia dapat pergi. (Tidak memaksakan diri)
  • Orang yang bijaksana adaalah orang yang dapat menguasai diri (Engga tempramental)
  • Orang yang bijaksana jarang mengeluh dan menujukkan reaksi bahagia dan menikmati anugerah hidupnya. (Stay cool)
  • Orang yang bijaksana itu adalah orang yang dapat yang dapat memilih seorang pemimpin. (Bukan pemimpin)
  • Orang yang bijaksana tahu ke mana harus melangkah. (Agar tidak tersesat)
  • Orang yang bijaksana tahu bagaimana cara mencintai. (Tidak dibangun atas dasar hawa nafsu)
  • Orang yang bijaksana selalu melihat pada kebaikan. (Selalu melupakan keburukan orang lain)
  • Orang yang bijaksana tahu bagaimana menggunakan akalnya. (Think before act)
  • Orang yang bijaksana selalu menyadari dosanya. (Berusaha untuk tidak mengulanginya)
  • Orang yang bijaksana adalah orang yang mengerti bahwa ia belum bijaksana dan masih perlu banyak belajar supaya menjadi lebih bijaksana. (always try to be better)
  • Orang yang bijaksana ialah orang yang benar-benar mengenal suatu masalah dan membantu mengatasi masalah tersebut. (Tidak ikut campur tapi tetap membantu)
  • Orang yang bijaksana adalah orang yang mengetahui bahwa ia tidak tahu. (Tidak sok tau)
  • Orang yang bijaksana adalah yang mau mengakui kesalahan dan belajar dari kesalahannya. (Tidak mencela orang lain)

Nah..Gimana…?? Udah bisa jadi orang yang bijaksana?? Eeeiiitttt…Tunggu dulu….

Orang yang bijaksana tidak pernah merasa dirinya bijaksana!!!!

10 Kualitas Kepribadian

  1. Ketulusan menempati peringkat pertama sebagai sifat yang paling disukai oleh semua orang. Ketulusan membuat orang lain merasa aman dan dihargai karena yakin tidak akan dibodohi atau dibohongi. Orang yang tulus selalu mengatakan kebenaran, tidak suka mengada-ada, pura-pura, mencari-cari alasan atau memutarbalikkan fakta. Prinsipnya “Ya diatas Ya dan Tidak diatas Tidak”. Tentu akan lebih ideal bila ketulusan yang selembut merpati itu diimbangi dengan kecerdikan seekor ular. Dengan begitu, ketulusan tidak menjadi keluguan yang bisa merugikan diri sendiri.
  2. Berbeda dengan rendah diri yang merupakan kelemahan, kerendahan hati justru mengungkapkan kekuatan. Hanya orang yang kuat jiwanya yang bisa bersikap rendah hati. Ia seperti padi yang semakin berisi semakin menunduk. Orang yang rendah hati bisa mengakui dan menghargai keunggulan orang lain. Ia bisa membuat orang yang diatasnya merasa oke dan membuat orang yang di bawahnya tidak merasa minder.
  3. Kesetiaan sudah menjadi barang langka dan sangat tinggi harganya. Orang yang setia selalu bisa dipercaya dan diandalkan. Dia selalu menepati janjinya, mempunyai komitmen yang kuat, rela berkorban dan tidak suka berkhianat.
  4. Orang yang bersikap positif selalu berusaha melihat segala sesuatu dari kacamata positif, bahkan dalam situasi yang buruk sekalipun. Dia lebih suka membicarakan kebaikan daripada keburukan orang lain, lebih suka bicara mengenai harapan daripada keputusasaan, lebih suka mencari solusi daripada frustasi, lebih suka memuji daripada mengecam, dsb.
  5. Karena tidak semua orang dikaruniai temperamen ceria, maka keceriaan tidak harus diartikan ekspresi wajah dan tubuh, tapi sikap hati. Orang yang ceria adalah orang yang bisa menikmati hidup, tidak suka mengeluh dan selalu berusaha meraih kegembiraan. Dia bisa mentertawakan situasi, orang lain, juga dirinya sendiri. Dia punya potensi untuk menghibur dan mendorong semangat orang lain.
  6. Orang yang bertanggung jawab akan melaksanakan kewajibannya dengan sungguh-sungguh. Kalau melakukan kesalahan, dia berani mengakuinya. Ketika mengalami kegagalan, dia tidak akan mencari kambing hitam untuk disalahkan. Bahkan kalau dia merasa kecewa dan sakit hati, dia tidak akan menyalahkan siapapun. Dia menyadari bahwa dirinya sendirilah yang bertanggung jawab atas apapun yang dialami dan dirasakannya.
  7. Rasa percaya diri memungkinkan seseorang menerima dirinya sebagaimana adanya, menghargai dirinya dan menghargai orang lain. Orang yang percaya diri mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan dan situasi yang baru. Dia tahu apa yang harus dilakukannya dan melakukannya dengan baik.
  8. Kebesaran jiwa dapat dilihat dari kemampuan seseorang memaafkan orang lain. Orang yang berjiwa besar tidak membiarkan dirinya dikuasai oleh rasa benci dan permusuhan. Ketika menghadapi masa-masa sukar dia tetap tegar, tidak membiarkan dirinya hanyut dalam kesedihan dan keputusasaan.
  9. Orang yang “Easy Going” menganggap hidup ini ringan. Dia tidak suka membesar-besarkan masalah kecil. Bahkan berusaha mengecilkan masalah-masalah besar. Dia tidak suka mengungkit masa lalu dan tidak mau khawatir dengan masa depan. Dia tidak mau pusing dan stress dengan masalah-masalah yang berada diluar kontrolnya.
  10. Empati adalah sifat yang sangat mengagumkan. Orang yang berempati bukan saja pendengar yang baik, tapi juga bisa menempatkan diri pada posisi orang lain. Ketika terjadi konflik dia selalu mencari jalan keluar terbaik bagi kedua belah pihak, tidak suka memaksakan pendapat dan kehendaknya sendiri. Dia selalu berusaha memahami dan mengerti orang lain.

Sumber : milis